Sebanyak 110 remaja mengikuti Pengajian Akhir Tahun yang diadakan oleh Remaja PC LDII Tambaksari yang diselenggarakan di Masjid Sabilul Muttaqin, Bronggalan, pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan generasi muda agar mampu mengisi malam pergantian tahun dengan aktivitas yang positif, bermanfaat, dan bernilai ibadah.
Pengajian tersebut menghadirkan Adam Siddiqul Aziz, Tim Kurikulum Penggerak Pembina Generus (PPG) Kecamatan Tambaksari, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Adam menekankan pentingnya pengajian akhir tahun sebagai benteng moral bagi remaja di tengah derasnya tantangan pergaulan. “Pengajian akhir tahun sangat perlu diadakan setiap tahun, khususnya untuk kalangan remaja dan anak muda,” ujar Adam.
Ia menjelaskan bahwa malam pergantian tahun sering kali menjadi momentum krusial bagi remaja dalam menentukan pilihan aktivitas dan pergaulan. “Malam pergantian tahun adalah momentum di mana banyak remaja berada di persimpangan pilihan: antara menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang bermanfaat, atau mengisinya dengan aktivitas yang menguatkan iman dan akhlak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Adam menegaskan bahwa pengajian bukan bertujuan membatasi ruang eksplorasi remaja. “Pengajian seperti ini bukan untuk membatasi ruang eksplorasi remaja, tetapi memberi arah dan pondasi agar mereka tetap memiliki pegangan nilai dalam pergaulan dan keputusan hidupnya,” tuturnya.
Adam juga menyampaikan harapannya dari kegiatan ini. “Harapan utama dari pengajian akhir tahun ini adalah agar para remaja lebih sadar akan nilai waktu, iman, dan tanggung jawab hidup,”ungkapnya.
Ia menekankan bahwa tahun baru seharusnya dimaknai sebagai momentum evaluasi diri. “Tahun baru bukan sekadar pergantian angka, tetapi momentum untuk evaluasi diri, memperbaiki niat, dan menata langkah ke depan,” tegasnya.
Ia berharap para peserta dapat lebih memahami makna iman dan akhirat, lebih selektif dalam pergaulan, serta memiliki keberanian untuk menjaga diri di tengah arus lingkungan yang semakin bebas. “Jika dari kegiatan ini lahir satu atau dua perubahan kecil yang istiqamah, itu sudah menjadi keberkahan besar,” pungkas Adam menutup materinya.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Penasihat PC LDII Tambaksari, Mulyono, juga memberikan nasihat keagamaan yang menekankan pemahaman tentang surga dan neraka. Dalam arahannya, Mulyono mengajak para remaja untuk merenungi tujuan akhir kehidupan.
“Surga dan neraka adalah dua tujuan akhir yang nyata. Apa yang kita lakukan di dunia akan menentukan ke mana kita kembali,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa masa muda merupakan fase penting dalam menentukan arah kehidupan. “Jangan sampai usia muda dihabiskan untuk kesenangan sesaat yang justru membawa penyesalan di akhirat,” pesannya.
Menurutnya, pemahaman tentang surga dan neraka bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab moral. “Jika seseorang memahami bahwa surga itu mahal dan neraka itu nyata, maka setiap langkah hidupnya akan lebih terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Zeva Farros Nashrullah Wibisono, salah satu panitia Remaja PC LDII Tambaksari, menjelaskan latar belakang kegiatan pengajian akhir tahun tersebut. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan peramutan pengurus kepada seluruh muda-mudi Desa Bronggalan. “Latar belakang pengajian akhir tahun ini merupakan bentuk peramutan pengurus kepada semua muda-mudi Desa Bronggalan untuk menjaga dan membentengi diri dari rusaknya akhir zaman yang semakin merajalela,” ujar Zeva.
Ia menambahkan bahwa berbagai fenomena pergaulan menjadi perhatian serius panitia. “Mulai dari pacaran, minum minuman keras, pesta kembang api, dan lain sebagainya, yang di situ lebih banyak mudhorotnya,” lanjutnya.
Oleh karena itu, pengajian diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus penguat pemahaman keagamaan serta menjadi awal pembinaan yang berkelanjutan dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman. (ysy)
