Remaja LDII Surabaya Ikuti Manajemen Keuangan, Tanamkan Kesadaran Finansial Sejak Dini

Remaja LDII Surabaya ikuti kegiatan manajemen keuangan yang di Masjid Nashrullah, pada Minggu (11/1/2026)

Remaja LDII Surabaya mengikuti kegiatan manajemen keuangan yang digelar di Masjid Nashrullah, pada Minggu (11/1/2026) dan diikuti oleh 271 orang. Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman dasar pengelolaan keuangan agar lebih bijak dalam mengatur uang saku dan mempersiapkan masa depan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Wilayah BMT Rukun Abadi (RA) Jawa Timur, Aminudin, sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia sekolah menengah agar remaja tidak salah langkah dalam mengambil keputusan finansial. “Kesadaran finansial harus ditanamkan sejak dini supaya menjadi kebiasaan baik sampai dewasa,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap remaja perlu memiliki tujuan keuangan yang jelas dan terukur agar pengelolaan uang tidak dilakukan secara sembarangan. “Punya tujuan harus jelas dan terukur, jangan ngawur,” ujar Aminudin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan generasi penerus agar memiliki kemandirian dan kesiapan menghadapi kehidupan bermasyarakat. “Pembinaan keuangan sejak remaja penting agar generasi muda terbiasa hidup tertib, terencana, dan bertanggung jawab,” ujar Aminudin.

Aminudin menjelaskan bahwa pengelolaan uang saku tanpa perencanaan sering menjadi pemicu masalah keuangan pada remaja. Menurutnya, uang saku perlu diatur dengan tujuan yang jelas agar tidak habis tanpa manfaat. “Supaya uang saku tidak habis, maka harus dikelola dengan baik. Punya tujuan harus jelas dan terukur, jangan ngawur,” tegasnya.

Ia menguraikan beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam mengelola keuangan, seperti tidak memiliki tabungan, tidak mencatat pengeluaran, gaya hidup konsumtif, mengabaikan dana darurat, serta terjebak utang yang tidak perlu. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat berdampak panjang hingga dewasa. “Kesalahan kecil yang dibiarkan sejak remaja bisa menjadi beban besar di masa depan,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan alasan pentingnya mengelola keuangan sejak dini, di antaranya membentuk karakter disiplin, mencegah masalah keuangan, membangun kemandirian finansial, mempersiapkan masa depan, serta menjaga stabilitas mental dan kehidupan. “Keuangan yang tertata akan membantu seseorang hidup lebih tenang dan terarah,” ujarnya.

Selain itu, Aminudin menyampaikan strategi keuangan sederhana yang dapat diterapkan remaja, mulai dari menunaikan hak harta melalui infak, menyusun anggaran sederhana, memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan, hingga disiplin menabung. “Pengelolaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter hemat dan tanggung jawab,” katanya.

Dalam sesi perencanaan tujuan keuangan, Aminudin memperkenalkan prinsip SMART sebagai pedoman dalam menetapkan target finansial. Ia menjelaskan bahwa tujuan harus spesifik (Specific), terukur (Measurable), dapat dicapai (Achievable), relevan (Relevant), serta memiliki batas waktu yang jelas (Time-bound). “Dengan prinsip SMART, tujuan keuangan tidak hanya menjadi keinginan, tetapi berubah menjadi rencana yang bisa dijalankan,” jelas Aminudin.

Ia mencontohkan penerapan prinsip SMART dalam menabung, yakni menentukan nominal tabungan, kemampuan menyisihkan uang setiap bulan, serta jangka waktu pencapaian target. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan keuangan. “Tidak apa-apa targetnya lama tercapai, yang penting jelas, terukur, dan dijalankan secara konsisten,” tuturnya.

Aminudin juga mengingatkan peserta agar menghindari utang konsumtif, seperti pinjaman daring dan layanan paylater, karena berpotensi membebani kondisi keuangan di masa depan. “Utang konsumtif hanya memberi kesenangan sesaat, tetapi dampaknya bisa panjang dan memberatkan,” tegasnya.

Salah satu peserta kegiatan, Yessy Septiani Yuono, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan. Ia menilai pembahasan prinsip SMART membuatnya lebih memahami cara menetapkan tujuan keuangan secara realistis. “Saya jadi paham bagaimana membuat tujuan keuangan yang jelas dan tidak asal-asalan, terutama dalam mengatur uang saku,” ungkap Yessy.

Menurut Yessy, materi yang disampaikan mendorong peserta untuk mulai mencatat pengeluaran dan membiasakan menabung secara terencana. Ia berencana menerapkan prinsip SMART dalam kehidupan sehari-hari. “Materi ini sangat bermanfaat dan aplikatif, sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Remaja LDII Surabaya berharap para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh sebagai bekal kemandirian finansial di masa depan. Aminudin menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan bagian penting dalam pembinaan generasi penerus. “Generasi yang tertib dalam keuangan akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (ysy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *