SURABAYA – Sebagai salah satu upaya membina generasi muda agar mampu memilih pasangan hidup yang tepat sesuai tuntunan Islam, LDII Surabaya menggelar pengajian remaja dengan dibekali materi pernikahan di Masjid Sabilul Muttaqin, Bronggalan, Minggu (18/10/2026).
Dalam pengajian tersebut, yang diisi oleh Adi Rizaldi, yang akrab disapa Adi, mengingatkan pentingnya menjadikan agama sebagai prioritas utama dalam memilih calon pasangan di tengah tantangan pergaulan generasi muda saat ini.
Adi menjelaskan, Rasulullah SAW memberikan empat kriteria dalam memilih pasangan, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya atau ketampanannya, dan agamanya. Keempat kriteria tersebut disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan agar seseorang mengutamakan agama calon pasangannya. “Yang keempat itu ya dari agamanya,” jelas Adi.
Kriteria pertama adalah harta, yakni mempertimbangkan kondisi ekonomi calon pasangan. Menurut Adi, kondisi keuangan seseorang dapat berubah setelah menikah sehingga harta tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran. “Ketika hanya mencari dari segi hartanya, beberapa tahun kemudian hartanya sudah tidak seperti apa yang kita perkirakan waktu pertama kali bertemu,” ungkapnya.
Kriteria kedua adalah keturunan atau latar belakang keluarga. Kriteria ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam mengenal calon pasangan, tetapi tidak seharusnya mengalahkan penilaian terhadap karakter dan kualitas agamanya. Adi mengingatkan bahwa status keluarga tidak selalu menjamin perilaku seseorang. “Karena itu, calon pasangan perlu dinilai dari kepribadian dan perilakunya, bukan hanya nama besar keluarganya.” jelasnya.
Kriteria ketiga adalah kecantikan atau ketampanan. Adi mengingatkan bahwa penampilan fisik dapat berubah seiring bertambahnya usia. Oleh sebab itu, generasi muda hendaknya tidak menjadikan penampilan sebagai pertimbangan utama hingga mengabaikan kualitas agama dan akhlak calon pasangan.
Adapun kriteria keempat sekaligus yang dianjurkan untuk diprioritaskan adalah agama. Adi mengajak remaja mengenali kesungguhan calon pasangan dalam menjalankan ajaran Islam, antara lain melalui kebiasaan mengaji, beribadah, dan berinfak. “Sholatnya tertib, Ngajinya tertib, shodaqoh nya lancar,” ujarnya, memberikan contoh perilaku yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengenali kualitas agama seseorang.
Selain membahas kriteria memilih pasangan, Adi menyoroti kebiasaan sebagian anak muda yang menunda pernikahan karena mengikuti lingkungan pergaulan atau terlalu khawatir terhadap kesiapan materi. Ia mengingatkan bahwa pendidikan dan pekerjaan memang penting, tetapi generasi muda juga perlu memiliki keyakinan kepada Allah SWT dalam urusan rezeki. “Harus percaya bahwa nanti Allah itu yang memberikan rezeki,” pesannya.
Melalui pengajian bertema pernikahan ini, LDII Surabaya diharapkan dapat terus membina generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang kuat, menjaga perilaku, dan mempersiapkan kehidupan rumah tangga secara bertanggung jawab. Dengan menjadikan agama sebagai prioritas dalam memilih pasangan, remaja diharapkan mampu membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam. “Jangan lupa semua itu tetap niatnya karena Allah ini. Niat karena Allah bahwa saya ingin menikah, jadi ingin menyempurnakan agama saya,” pungkas Adi. (ysy)
