Dalam rangka mengisi pergantian tahun dengan kegiatan yang bernilai ibadah, pembinaan karakter, serta penguatan keimanan, Remaja PC LDII Kenjeran menyelenggarakan Pengajian Akhir Tahun bertajuk SETAN GENTAYANGAN (Sesi Akhir Tahun, Gerakan Tanah Merah Menghadapi Tantangan Akhir Zaman). Kegiatan ini dilaksanakan pada 31 Desember 2025 – 1 Januari 2026 di Masjid Nashrullah, Tanah Merah, dan diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan remaja dan generasi penerus (generus).
Tema horor, Halloween, dan mosque diangkat bukan sekadar sebagai daya tarik visual, melainkan sebagai simbol peringatan bahwa godaan setan dan tantangan akhir zaman senantiasa mengintai kehidupan generasi muda. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak untuk meningkatkan kewaspadaan diri serta memperkuat benteng iman melalui Al-Qur’an, Al-Hadits, dan pengamalan akhlak mulia.
Ketua pelaksana kegiatan, Hafis Alim, menjelaskan bahwa pengajian akhir tahun ini memiliki tujuan utama dalam membentuk karakter luhur generasi penerus, khususnya generus Masjid Nashrullah Tanah Merah. “Pengajian akhir tahun ini kami rancang sebagai media pembinaan karakter generus. Kami ingin generus Masjid Nashrullah, Tanah Merah menjadi generasi yang tangguh, tidak mudah terpengaruh arus negatif zaman, serta mampu mengamalkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Hafis.
Ia menambahkan bahwa masjid harus menjadi pusat pembinaan generasi, bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai benteng moral dan pusat peradaban. “Ketika godaan semakin kuat di luar sana, masjid harus menjadi tempat berlindung. Masjid adalah ruang aman untuk menguatkan iman, menanamkan nilai agama, dan membentuk karakter luhur generus,” tambahnya.
Hafis juga menyampaikan bahwa selain mengaji kegiatan juga diisi dengan makan malam bersama sebagai sarana mempererat ukhuwah dan menumbuhkan rasa kebersamaan antar generus. Berbagai permainan edukatif dirancang untuk melatih kekompakan, kerja sama, kepemimpinan, serta sportivitas. Meski dikemas dengan konsep menyenangkan dan nuansa horor sesuai tema, setiap permainan tetap sarat dengan pesan moral dan nilai karakter. “Games ini bukan sekadar hiburan, tetapi media pembelajaran karakter agar generus terbiasa bekerja sama, saling menghargai, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh peserta kegiatan, Naufal Salsabillah. Ia mengaku bersyukur dapat mengikuti pengajian akhir tahun yang digelar di masjid tersebut. “Alhamdulillah, dengan diagendakannya acara malam tahun baru di masjid ini memberikan wadah yang sangat penting. Pemuda dan pemudi bisa diarahkan pada kegiatan yang bermanfaat, sehingga tidak menjadi bagian dari aktivitas di luar sana yang cenderung diisi dengan kegiatan negatif yang kurang bermanfaat,” ungkap Naufal.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya alternatif perayaan tahun baru, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda. “Kegiatan ini menjadi pengingat bagi anak-anak muda, baik usia dini hingga pranikah, agar tumbuh menjadi pemuda yang religius dan mampu menciptakan suasana yang tenang dan nyaman,” lanjutnya.
Ia juga menilai bahwa konsep kegiatan yang dikemas menarik membuat peserta tetap mendapatkan hiburan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. “Selain menimba ilmu, kami juga mendapatkan hiburan yang tidak kalah seru dibandingkan perayaan tahun baru di luar sana, namun tetap berada dalam suasana masjid dan penuh nilai positif,” tuturnya.
Sebagai penutup, Naufal menyampaikan harapan dan doa untuk keberlangsungan kegiatan serupa di masa mendatang. “Semoga tahun yang akan datang membawa keberkahan yang melimpah bagi kita semua. Semoga kesehatan, kebahagiaan, serta umur yang panjang senantiasa menyertai setiap langkah kita. Sukses terus untuk acara berikutnya, dan semoga tahun depan acaranya bisa lebih seru lagi,” pungkasnya.
Melalui Pengajian Akhir Tahun ini, Remaja PC LDII Kenjeran berharap seluruh generus, khususnya generus Masjid Nashrullah Tanah Merah, mampu menerapkan prinsip-prinsip 29 karakter luhur secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa malam pergantian tahun dapat diisi dengan aktivitas yang positif, kreatif, dan sarat nilai keislaman, sekaligus menjadi ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah dalam menghadapi tantangan zaman. (ysy)
