Remaja Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tambakwedi menyelenggarakan Pengajian Akhir Tahun bertajuk ZAM ZAM (Zona Aman Akhir Zaman) pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 yang bertempat di Masjid Baitul Izza, Tambak Wedi. Kegiatan ini diikuti oleh 19 remaja dengan tujuan memberikan pembinaan moral dan spiritual bagi generasi muda dalam menyikapi momentum pergantian tahun.
Pengajian akhir tahun ini dilaksanakan sebagai upaya preventif terhadap maraknya pergaulan bebas dan aktivitas negatif yang kerap terjadi di kalangan pemuda-pemudi saat malam pergantian tahun. Melalui kegiatan ini, Remaja PAC LDII Tambak Wedi berupaya menghadirkan alternatif kegiatan yang aman, bermanfaat, dan bernilai ibadah di lingkungan masjid.
Panitia kegiatan, Ade Bagas Pujo Setiyo yang akrab disapa Bagas, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi generasi muda yang saat ini berada pada fase transisi penting dalam kehidupan.
“Remaja berada pada fase yang sangat menentukan masa depan individu maupun masyarakat. Mereka juga rentan terpengaruh hal-hal baru yang belum tentu membawa dampak positif. Oleh karena itu, kami menghadirkan pengajian akhir tahun sebagai wadah pembinaan dan pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Bagas.
Ia menambahkan bahwa konsep ZAM ZAM (Zona Aman Akhir Zaman) diangkat untuk menegaskan peran masjid sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi generasi muda, tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk membangun karakter, kreativitas, dan kebersamaan yang sehat.
Dalam kesempatan tersebut, pemateri pengajian, Boby Endi yang akrab disapa Boby, menyampaikan bahwa pengajian akhir tahun masih sangat relevan dan dibutuhkan sebagai sarana pembinaan remaja di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.
“Pengajian akhir tahun dapat menjadi wadah bagi para remaja untuk meningkatkan kreativitas. Saat ini banyak generasi muda yang memanfaatkan media digital, seperti pembuatan short video, untuk mengajak remaja lainnya mengikuti kegiatan pengajian. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah bisa dikemas secara kreatif dan menarik,” jelas Boby.
Menurutnya, kreativitas tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan kegiatan, di mana para remaja terlibat langsung dalam perencanaan, pengemasan, hingga pelaksanaan acara. “Dalam kegiatan pengajian, banyak aktivitas yang dapat meningkatkan kreativitas, kerja sama, serta tanggung jawab para pemuda. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi benteng untuk menjaga remaja dari pengaruh lingkungan yang kurang baik, khususnya saat pergantian tahun,” tambahnya.
Boby juga mendorong agar ke depan pengajian akhir tahun dapat terus ditingkatkan dari segi pengemasan acara, sehingga mampu menarik minat generasi penerus. “Perlu terus ditingkatkan bagaimana acara dikemas lebih menarik, sehingga muncul kesan bahwa kegiatan seperti ini merupakan agenda yang ditunggu-tunggu oleh para generus,” ujarnya.
Ia turut memberikan apresiasi terhadap semangat dan kekompakan Remaja PAC LDII Tambak Wedi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Saya melihat semangat dan kekompakan yang luar biasa. Para generus mampu mengonsep dan melaksanakan acara dengan tertata dan terstruktur,” ungkapnya.
Sebagai pesan penutup, Boby menekankan pentingnya kedisiplinan, khususnya terkait ketepatan waktu dalam setiap rangkaian kegiatan. Selain itu, ia mendorong pemanfaatan teknologi digital secara optimal untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ke depan. “Kedisiplinan waktu perlu terus ditingkatkan. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, kegiatan pengajian dapat dikemas lebih baik, lebih menarik, dan lebih efektif,” pesannya.
Melalui kegiatan Pengajian Akhir Tahun ZAM ZAM, Remaja PAC LDII Tambak Wedi berharap dapat menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, kedisiplinan, serta kreativitas kepada generasi muda. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu membentuk generasi penerus yang berkarakter luhur dan siap menghadapi tantangan akhir zaman sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Salah satu peserta pengajian, Rullyardo Patih, mengaku merasakan kesan positif selama mengikuti Pengajian Akhir Tahun ZAM ZAM. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya seru, tetapi juga memberikan manfaat yang mendalam. “Pengajian akhir tahun ini seru dan bermanfaat. Ternyata menghabiskan malam pergantian tahun dengan mengaji jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar bermain kembang api seperti pada umumnya,” ungkap Rullyardo.
Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan selama kegiatan berlangsung mampu mempererat ikatan persaudaraan antarsesama remaja. “Kebersamaan dengan teman-teman membuat ikatan persaudaraan semakin erat. Saya berharap metode pengajian akhir tahun seperti ini tetap dipertahankan dengan konsep acara yang hangat seperti sebelumnya, tentunya dengan tambahan sentuhan kreatif lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rullyardo menyampaikan harapannya agar momentum pengajian akhir tahun dapat menjadi titik awal perubahan ke arah yang lebih baik. “Semoga di tahun 2026 ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun 2025 lalu,” pungkasnya. (ysy)
