Remaja LDII Surabaya menggelar Pengajian Akhir Tahun pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 sebagai upaya mengajak generasi muda mengisi momentum pergantian tahun dengan kegiatan yang positif, bermanfaat, dan bernilai ibadah. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 10 titik lokasi yang tersebar di wilayah Surabaya.
Sepuluh titik lokasi pelaksanaan pengajian akhir tahun tersebut meliputi TPQ Nurul Haq, TPQ Sabilul Muttaqin, TPQ Al-Ikhwan, TPQ Baitil Jannah, TPQ Al-Farid, TPQ Miftahul Jannah, TPQ Baitur Rohman, TPQ Nashrullah, TPQ Sabilurrosyidin, dan TPQ Baitul Izza. Seluruh kegiatan di masing-masing titik dikemas secara kondusif dan disesuaikan dengan karakter remaja setempat.
Salah satu titik kegiatan berlangsung di TPQ At-Taqwa Wonokusumo, Kecamatan Semampir, yang diselenggarakan oleh Remaja LDII PC Semampir dan diikuti oleh 101 peserta. Di lokasi ini, pengajian akhir tahun dikemas dengan judul “NEXT” (Ngaji Ekstra Akhir Tahun), yaitu konsep pengajian yang dirancang agar lebih dekat dengan dunia remaja serta mampu menghadirkan suasana pembinaan yang nyaman dan menyenangkan.
Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Tomi, menyampaikan bahwa pengajian akhir tahun ini bertujuan memberikan wadah yang bermanfaat bagi remaja di penghujung tahun.
“Pengajian akhir tahun ini kami adakan supaya para remaja memiliki kegiatan yang bermanfaat dan positif di penghujung tahun,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembinaan remaja menjadi hal yang sangat penting karena remaja merupakan calon generasi penerus bagi generasi sebelumnya.
“Bagaimanapun juga, remaja hari ini adalah calon generasi penerus yang akan melanjutkan generasi sebelumnya. Kalau dari remaja tidak dibina dengan baik, maka akan menjadi seperti apa generasi penerus kita ke depan?,” tegasnya.
Ahmad Tomi menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk pembinaan spiritual, tetapi juga membangun kebersamaan.
“Kami ingin remaja merasa nyaman mengikuti kegiatan. Ketika mereka nyaman, pembinaan akan lebih mudah diterima,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, pengajian akhir tahun di TPQ At-Taqwa Wonokusumo tidak hanya diisi dengan pengajian, tetapi juga dilengkapi dengan games edukatif berbasis Kahoot serta kegiatan nge-grill bersama. Kegiatan tersebut bertujuan menciptakan suasana yang hangat, interaktif, dan mempererat kebersamaan antar remaja.
“Selain pengajian kami juga mengadakan game edukatif berbasis kahut yang mana soal-soalnya itu mencakup soal-soal Islami” jelasnya.
Salah satu pemateri kegiatan, Hariadi, menilai bahwa pendekatan pembinaan yang dikemas secara variatif sangat dibutuhkan oleh kalangan remaja. “Usia remaja adalah masa pencarian jati diri yang sangat rawan terhadap pengaruh negatif. Karena itu, pembinaan harus dikemas dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengajian akhir tahun menjadi salah satu bentuk pencegahan terhadap pengaruh negatif lingkungan.
“Dengan adanya pengajian malam akhir tahun seperti ini, remaja memiliki wadah yang positif sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas dan hal-hal negatif di luar,” ujarnya.
Hariadi juga mengingatkan pentingnya memaknai pergantian tahun secara tepat.
“Pergantian tahun seharusnya menjadi momentum muhasabah, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas iman serta akhlak,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Nur Fuad, yang turut menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengajian akhir tahun merupakan sarana pembinaan yang sangat efektif bagi remaja dalam menghadapi dinamika pergaulan saat ini.
“Pengajian akhir tahun ini menjadi momentum penting untuk mengajak remaja berhenti sejenak dari aktivitas dunia luar dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Menurut Nur Fuad, pembinaan remaja harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bersifat insidental.
“Remaja perlu pendampingan yang terus-menerus. Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar mengisi malam pergantian tahun, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa lingkungan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter remaja.
“Jika remaja berada di lingkungan yang positif dan dibiasakan dengan kegiatan keagamaan, maka insyaallah mereka akan memiliki benteng diri yang kuat dalam menghadapi pengaruh negatif di luar,” tuturnya.
Nur Fuad menambahkan bahwa pengemasan kegiatan yang menarik menjadi kunci agar pesan pembinaan dapat diterima dengan baik oleh remaja.
“Pendekatan yang sesuai dengan dunia remaja, seperti pengajian yang dikemas santai dan diselingi kegiatan kebersamaan, membuat mereka merasa nyaman dan tidak terkesan digurui,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Jordan, mengaku merasakan manfaat langsung dari pengajian akhir tahun tersebut.
“Saya merasa lebih tenang dan nyaman jika kegiatan akhir tahun diadakan dengan pengajian,” ungkapnya.
Menurut Jordan, keberadaan wadah pembinaan bagi remaja sangat penting.
“Kalau remaja tidak diwadahi dengan kegiatan seperti ini, mereka bisa saja terpengaruh dengan hal-hal buruk di luar sana,” tambahnya.
Jordan juga mengapresiasi konsep kegiatan yang dikemas secara menarik.
“Kegiatannya tidak membosankan karena ada games Kahoot dan nge-grill bersama, jadi suasananya tetap seru tapi tetap bermanfaat,” ujarnya.
Melalui kegiatan Pengajian Akhir Tahun ini, Remaja LDII Surabaya berharap para remaja dapat memiliki lingkungan pergaulan yang positif serta kebiasaan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda dalam menyongsong tahun yang baru. (ysy)
