LDII Surabaya Perkuat Kapasitas Pengurus Remaja Lewat Upgrading

Upgrading Remaja LDII Surabaya Generus Community yang diselenggarakan pada Minggu (24/5/2026) di Masjid Sabilul Muttaqin.

Sebanyak 150 pengurus remaja mengikuti kegiatan Upgrading Remaja LDII Surabaya Generus Community yang diselenggarakan pada Minggu (24/5/2026) di Masjid Sabilul Muttaqin. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus penguatan kapasitas pengurus remaja agar mampu menjadi pemimpin yang tangguh, inspiratif, dan memiliki dasar keagamaan yang kuat.

Acara diawali dengan sambutan dari Munawar Al Amin Jauhari selaku Dewan Penasehat LDII Surabaya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menjalankan amanah organisasi.

“Menjadi pengurus harus diawali dengan niat karena Allah. InsyaAllah hal tersebut akan menjadi motivasi yang menguatkan dalam menjalankan amanah,” ujarnya.

Munawar juga mengingatkan bahwa seorang pengurus tidak boleh mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, perjuangan dalam organisasi tidak selalu berjalan mulus sehingga diperlukan semangat untuk terus berusaha.

“Menjadi pengurus tidak boleh mudah menyerah, harus terus berusaha. Karena untuk menggapai surga juga banyak hambatannya. Maka niat karena Allah menjadi kekuatan utama,” tambahnya.

Ia juga menyoroti fenomena banyaknya individu yang cakap dalam berorganisasi namun belum tentu mampu menjadi pemimpin yang baik apabila tidak dibarengi dengan ilmu agama yang cukup. Menurutnya, kecerdasan organisasi perlu diseimbangkan dengan pembinaan spiritual.

“Banyak orang pintar dalam berorganisasi, tetapi belum tentu menjadi pemimpin yang baik karena kurangnya ilmu agama. Ketika semua dilakukan karena Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan, rahmat, dan ilmu dalam menjalaninya,” jelasnya.

Sementara itu, materi utama disampaikan oleh Bambang Raditya Purnomo selaku Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jatim. Dalam pemaparannya, ia mengajak para pengurus agar memiliki sikap ARIS, yaitu kemampuan untuk lebih banyak mendengarkan sehingga dapat memahami kondisi dan kebutuhan anggota.

Ia juga mengingatkan pentingnya sudut pandang dalam menghadapi ujian kehidupan. “Kalau memandang ujian sebagai masalah, mental kita akan turun dan semuanya terasa berat. Tetapi jika melihatnya sebagai tantangan, hati akan lebih tenang. Itulah bentuk khusnudzon,” jelasnya.

Lebih lanjut, Radit menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh proses pembinaan generasi usia dini saat ini. “Kalau ingin mengetahui kualitas generus 30 tahun mendatang, lihat bagaimana pembinaan caberawit sekarang. Kalau pembinaannya baik, maka saya yakin hasilnya juga akan baik,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang menyejukkan dalam pembinaan remaja. Menurutnya, pengurus tidak seharusnya terus-menerus dibebani atau dimarahi ketika menghadapi tantangan di lapangan, seperti minimnya peserta pengajian.

“Untuk membuat pengajian remaja lebih menarik dan menyenangkan, itu bukan hanya tugas pengurus. Dewan penasehat juga memiliki peran besar untuk membimbing, mengarahkan, dan memberikan motivasi,” katanya.

Radit mencontohkan bahwa pendekatan pembinaan dapat disesuaikan dengan usia serta tren remaja saat ini. Ia memberikan ilustrasi apabila suatu pengajian difasilitasi dengan satu set alat kopi dan ketua remaja diajarkan keterampilan barista, sehingga remaja yang hadir dapat menikmati kopi secara gratis.

“Kalau umpannya kecil akan mendapatkan ikan kecil, tetapi kalau umpannya besar akan mendapatkan ikan yang besar,” ujarnya mengibaratkan strategi pembinaan.

Ia juga menggambarkan pentingnya peran pemimpin melalui analogi kereta api. “Kalau lokomotifnya pelan, maka keretanya juga pelan. Tapi kalau lokomotifnya cepat, maka gerbongnya juga ikut cepat,” katanya.

Menutup sesi, Radit menekankan bahwa pengurus harus mampu menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya serta senantiasa berkoordinasi dengan dewan penasehat agar kegiatan dapat berjalan lebih terarah.

“Pengurus itu contoh bagi yang dipimpin. Suka tidak suka harus menjadi teladan yang baik. Dan pastikan semua kegiatan dikomunikasikan serta meminta arahan kepada dewan penasehat agar dapat difasilitasi dengan baik,” pungkasnya. (ysy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *