Di tengah budaya pergantian Tahun Baru Masehi yang kerap diwarnai euforia berlebihan dan hiburan yang melalaikan, Remaja PC LDII Simokerto memilih mengisi akhir tahun dengan kegiatan bernilai ibadah. Pada pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 , bertema SEMESTA (Semangat Mencari Surga di Akhir Tahun) yang digelar di Masjid Baitur Rohman, Sidonipah, dengan diikuti 30 remaja putra dan putri LDII.
Salah satu panitia kegiatan, Fadhil Rosaldi, menegaskan bahwa pengajian ini menjadi alternatif positif bagi generasi muda dalam menyambut pergantian tahun. “Pengajian ini kami niatkan agar akhir tahun diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Pergantian Tahun Baru Masehi pada masa kini sering dirayakan dengan berbagai bentuk hiburan yang berpotensi melalaikan. Tidak jarang, perayaan tersebut membuka peluang terjadinya pergaulan bebas serta penurunan nilai moral di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut menjadi perhatian panitia dalam menyelenggarakan pengajian akhir tahun. “Fenomena perayaan tahun baru saat ini perlu disikapi dengan bijak, terutama oleh remaja,” ungkap Fadhil Rosaldi.
Menurut Fadhil, pengajian akhir tahun perlu dijadikan agenda rutin sebagai bagian dari pembinaan generasi penerus. Kegiatan ini dinilai mampu mengarahkan remaja agar terbiasa mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat. “Pengajian akhir tahun perlu diadakan setiap tahun, supaya generus melakukan hal yang positif di akhir taun,” tegasnya.
Kegiatan ini secara khusus diperuntukkan bagi remaja sebagai upaya pencegahan dari pengaruh negatif lingkungan. Fadhil Rosaldi menekankan bahwa pembinaan sejak dini sangat penting agar generasi muda memiliki benteng moral yang kuat. “Tujuan acara ini memang diperuntukkan untuk remaja, agar terhindar dari efek negatif perayaan tahun baru, seperti pergaulan bebas,” jelasnya.
Selain pembinaan moral, pengajian akhir tahun juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarremaja LDII. Kebersamaan dalam kegiatan keagamaan dinilai mampu menumbuhkan kekompakan dan rasa persaudaraan. “Kegiatan ini bisa mempererat pertemanan generasi muda LDII,” kata Fadhil Rosaldi.
Ia juga berharap kegiatan pengajian akhir tahun dapat terus dikembangkan dengan konsep yang lebih baik ke depannya. Dengan kemasan yang menarik, kegiatan ini diharapkan semakin diminati remaja.
Salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut, yakni Wakil Ketua Remaja LDII Surabaya, Achmad Firdaus. Menjelaskan bahwa dalam pandangan Islam, pergantian waktu seharusnya dimaknai sebagai momentum muhasabah dan evaluasi diri, bukan sekadar perayaan seremonial. “Pergantian tahun adalah waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan memperbaiki amal perbuatan,” ujarnya.
Achmad Firdaus menegaskan bahwa akhir tahun seharusnya menjadi titik balik untuk memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurutnya, tanpa muhasabah, pergantian tahun hanya akan berlalu tanpa membawa perubahan yang berarti. “Kalau akhir tahun tidak diisi dengan evaluasi diri, maka kesalahan yang sama akan terulang di tahun berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan di tengah derasnya arus budaya yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Generasi muda diharapkan mampu memilih lingkungan yang baik sebagai benteng diri. “Pergaulan sangat berpengaruh terhadap akhlak, sehingga remaja harus pandai memilih lingkungan yang mendekatkan pada kebaikan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Firdaus turut menekankan pentingnya menanamkan 29 karakter luhur kepada remaja LDII. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia, berilmu, dan bertanggung jawab. “Penanaman karakter luhur perlu dilakukan secara konsisten agar menjadi bekal menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Achmad Firdaus juga menyampaikan kesan positif atas terselenggaranya pengajian akhir tahun. Kegiatan tersebut dinilai mampu mengalihkan remaja dari aktivitas di luar yang berpotensi membawa dampak negatif. “Cukup bagus diadakannya acara pengajian akhir taun, sehingga bisa meminimalisir remaja untuk melakukan kegiatan negatif yang ada di luar,” ungkap panitia.
Melalui pengajian akhir tahun ini, Remaja PC LDII Simokerto berharap agar generasi muda mampu memaknai pergantian tahun dengan lebih bijak. Mengisi akhir tahun dengan kegiatan keagamaan diharapkan dapat meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat memperbaiki diri dalam menyongsong tahun yang baru. (ysy)
