Remaja LDII Pimpinan Cabang (PC) Semampir sukses menyelenggarakan workshop pelatihan jurnalistik bertajuk “Jejak Pena” (Jelajah Jurnalistik Pemula nan Asik) pada Sabtu, 21 Juni 2025 di Aula MAsjid At-Taqwa, Surabaya. Kegiatan yang diikuti 77 peserta ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan dasar jurnalistik dan kreativitas konten digital.
Acara dibuka oleh Ketua Pelaksana, Reyhan Arya, yang menyampaikan semangatnya dalam membangun minat jurnalistik di kalangan remaja.
“Jurnalistik sangat penting untuk dipelajari, terutama bagi kita para generasi penerus yang masih pemula,” ujar Reyhan. “Kita harus menunjukkan bahwa jurnalistik itu tidak kaku, tapi asik. Justru lewat gaya yang santai, pesan kita bisa lebih mudah diterima,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama. Ketua LDII PC Semampir, Hasran, turut memberi sambutan dan menyoroti pentingnya literasi media untuk melawan arus hoaks yang semakin marak.
“Saat ini banyak sekali berita hoax yang beredar di luar sana, bahkan dikemas dalam bentuk video yang terlihat meyakinkan,” ungkap Hasran.
Menganggapi hoax yang berkembang sangat pesat diera digital saat ini. Hasran mengharapkan Remaja LDII dapat menjadi pelopor untuk menangkal berita hoax.
“Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin remaja LDII menjadi pelopor penyebar informasi yang jujur, berimbang, dan bisa dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.
Materi pertama dalam acara tersebut disampaikan oleh Syaifuddin, seorang praktisi media dan komunikasi, yang mengajarkan teknik pengambilan video secara efektif. “Mengambil video itu bukan sekadar merekam. Kita harus tahu pesan apa yang ingin disampaikan lewat gambar,” jelas Syaifuddin.
Supaya video dapat diambil dengan tepat dan akurat, maka harus memahami dulu teknik dalam pengambilan sebuah video. Supaya informasi yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami oleh penonton.
“Dengan teknik yang tepat, video bisa menjadi media yang sangat kuat untuk menyampaikan kebenaran dan menyentuh emosi penonton,” lanjutnya.

Sesi kedua dipandu oleh Yessy Septiani Yuono, pendidik sekaligus konten kreator edukatif, yang mengupas tentang cara membuat konten yang menarik dan berdampak positif. “Konten yang bagus bukan hanya dilihat, tapi juga diingat ” ujar Yessy.
Karena viral tanpa ada pesan yang dapat disampaikan adalah sebuah konten yang tidak bermanfaat. Oleh karena itu Yessy menyampaikan bahwa saat menulis sebuah caption harus disesuaikan dengan konten yang akan di publikasikan dan juga disesuaikan juga dengan audiens dari publikasi konten tersebut. Misalnya konten tersebut ditujukan untuk kalangan remaja maka gaya bahasa dalam caption harus lebih santai dan seru, supaya pembaca tidak bosan.
“Kalau kita bisa menulis caption dengan rasa, maka kita sedang menggerakkan hati pembaca, bukan hanya sekadar menulis kata,” sambungnya.
Dengan konsep yang menyenangkan namun penuhmakna, Jejak Pena menjadi wadah awal yang efektif untuk membentuk jurnalis muda yang kreatif, peka, dan bertanggung jawab dalam menyuarakan kebaikan melalui media. (ysy)
